Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai berdampak terhadap kondisi Singapura. Sejumlah langkah pencegahan pun mulai dilakukan pemerintah setempat.
Majelis Ugama Islam Singapura atau MUIS mempersingkat khutbah Jumat mulai 21 Agustus 2026. Materi khutbah pertama yang biasanya enam hingga tujuh halaman dipangkas menjadi kurang dari empat halaman. Kebijakan tersebut berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.
MUIS menjelaskan penyesuaian dilakukan karena cuaca panas dan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Singapura. Meteorological Service Singapore sebelumnya mendeteksi titik panas dan kepulan asap di Sumatra serta Kalimantan. Angin tenggara atau barat daya berpotensi membawa asap menuju Singapura.
Dampaknya juga menjadi perhatian bagi penyelenggara acara luar ruangan, termasuk Formula 1 Singapura. Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Penyelenggara sudah menyiapkan langkah antisipasi jika kualitas udara memburuk. Namun, belum ada keputusan bahwa balapan akan dibatalkan.
Risiko kabut asap lintas batas diperkirakan meningkat selama Agustus hingga September. Singapore Institute of International Affairs sebelumnya mengeluarkan peringatan risiko tinggi untuk kawasan Asia Tenggara. Kondisi tersebut berkaitan dengan El Nino dan cuaca panas serta kering.
Situasi ini menunjukkan dampak karhutla Indonesia dapat meluas melewati batas negara. Pemerintah Indonesia terus melakukan pemadaman dan penanganan titik api. Di sisi lain, Singapura meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara.






