Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

0 0
Read Time:1 Minute, 14 Second

Hubungan Jepang dan Rusia kembali memanas setelah sebuah monumen perang kontroversial diresmikan di Khabarovsk, Rusia Timur Jauh. Monumen tersebut dibuat untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II. Namun, bentuk patung yang dianggap menyinggung simbol Jepang memicu protes dari pemerintah Tokyo.

Monumen setinggi sekitar 15 meter itu menampilkan seorang tentara Uni Soviet yang digambarkan menghancurkan sebuah patok perbatasan menggunakan popor senapan. Patok tersebut memiliki ukiran lambang bunga krisan dan tulisan yang merujuk pada Kekaisaran Jepang. Bagi Rusia, simbol tersebut merepresentasikan militerisme Jepang pada masa perang.

Namun, Jepang memiliki pandangan berbeda. Konsulat Jenderal Jepang di Khabarovsk menyampaikan keberatan karena bunga krisan merupakan simbol penting bagi kekaisaran dan keluarga kekaisaran Jepang. Pihak Jepang bahkan meminta agar bagian patok yang memuat simbol tersebut dicabut dari monumen. Permintaan itu disampaikan menjelang acara peresmian pada 4 September 2026.

Rusia kemudian menolak permintaan tersebut. Bagi Moskow, penggunaan simbol itu merupakan bagian dari narasi sejarah mengenai kemenangan atas Jepang pada akhir Perang Dunia II. Perselisihan mengenai monumen ini muncul ketika hubungan kedua negara memang sedang berada dalam kondisi kurang baik. Jepang dan Rusia masih berselisih mengenai Kepulauan Kuril, sementara Tokyo juga menerapkan sanksi terhadap Rusia terkait perang di Ukraina.

Ketegangan terbaru ini menunjukkan bagaimana simbol dan peninggalan sejarah masih dapat memengaruhi hubungan diplomatik Jepang-Rusia. Terlebih, kedua negara memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah peristiwa Perang Dunia II dan wilayah yang disengketakan. Monumen di Khabarovsk pun kini menjadi simbol baru dari perseteruan sejarah dan politik yang belum sepenuhnya mereda.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Keputusan Belum Final

    Korea Selatan membuka opsi pengerahan aset militer ke Selat Hormuz untuk mendukung kebebasan navigasi. Namun, pemerintah Seoul menegaskan belum mengambil keputusan final. Sejumlah media Korea Selatan sebelumnya melaporkan adanya persiapan…

    China Dituding Batasi Kesaksian Penyintas Banjir Tibet, Informasi Bencana Sulit Diverifikasi

    China mendapat sorotan karena dinilai membatasi informasi dan kesaksian warga setelah banjir bandang menerjang wilayah Tibet. Pembatasan tersebut membuat kondisi korban sulit diverifikasi secara independen. Banjir dan longsor terjadi pada…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Bisnis Kuliner Singapura Makin Berat, Gerai Lok Lok Milik Influencer Tutup

    Bisnis Kuliner Singapura Makin Berat, Gerai Lok Lok Milik Influencer Tutup

    Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Keputusan Belum Final

    Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Keputusan Belum Final

    Colosseum Roma Masuk Zona Merah, Turis Diminta Waspada Pencopetan

    Colosseum Roma Masuk Zona Merah, Turis Diminta Waspada Pencopetan