Turki Ajukan Red Notice Interpol untuk Tangkap Netanyahu Terkait Kasus Flotilla Gaza

0 0
Read Time:1 Minute, 5 Second

Turki secara resmi meminta Interpol menerbitkan Red Notice untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Permintaan tersebut berkaitan dengan kasus Global Sumud Flotilla.

Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek mengatakan permintaan itu diajukan melalui Kementerian Dalam Negeri. Dokumen terkait juga telah diteruskan kepada Kementerian Luar Negeri Turki. Proses hukum terhadap Netanyahu dan 34 terdakwa lainnya berlangsung di Pengadilan Pidana Tinggi ke-11 Istanbul.

Pengadilan Turki sebelumnya menerbitkan surat perintah penangkapan Netanyahu pada 14 Juli 2026. Netanyahu dan pejabat Israel lainnya dituduh melakukan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, penyiksaan, serta sejumlah pelanggaran lainnya. Tuduhan tersebut berkaitan dengan penyergapan terhadap aktivis yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Global Sumud Flotilla menjadi pusat perkara karena kapal-kapal pembawa bantuan tersebut dicegat Israel di perairan internasional. Turki menyebut tindakan terhadap para aktivis menjadi dasar proses hukum terhadap 35 terdakwa. Israel sendiri membantah tuduhan yang diajukan Turki.

Namun, permintaan Turki belum otomatis membuat Netanyahu masuk daftar Red Notice. Interpol akan meninjau permintaan tersebut berdasarkan aturan organisasi sebelum menerbitkan pemberitahuan. Red Notice sendiri merupakan permintaan kepada kepolisian negara anggota untuk mencari dan menahan sementara orang yang diburu.

Langkah Ankara semakin memperburuk hubungan Turki dan Israel yang sudah tegang. Ketegangan juga meningkat akibat perbedaan kepentingan kedua negara terkait perkembangan keamanan di Suriah. Kantor Netanyahu mengecam langkah Turki dan menyebutnya sebagai upaya intimidasi terhadap kepemimpinan Israel.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang tiga tanker minyak mentah Iran pada Sabtu (5/9/2026). Serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah…

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Hubungan Jepang dan Rusia kembali memanas setelah sebuah monumen perang kontroversial diresmikan di Khabarovsk, Rusia Timur Jauh. Monumen tersebut dibuat untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jepang dan berakhirnya Perang…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia