Tiga maskapai berbiaya rendah Korea Selatan sepakat bergabung di bawah merek Jin Air. Ketiganya adalah Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul. Merger tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 17 Maret 2027.
Kesepakatan merger disetujui melalui rapat direksi ketiga maskapai pada 21 Agustus 2026. Rencana tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham pada Desember. Selain itu, merger harus memperoleh izin dari regulator penerbangan Korea Selatan.
Setelah merger selesai, Air Busan dan Air Seoul akan melebur ke dalam Jin Air. Jin Air akan mengambil alih aset, kewajiban, karyawan, serta hak dan kewajiban kedua maskapai. Nama Air Busan dan Air Seoul nantinya tidak lagi digunakan sebagai maskapai terpisah.
Maskapai gabungan tersebut diperkirakan mengoperasikan 58 pesawat. Jumlah itu berasal dari 31 pesawat Jin Air, 21 pesawat Air Busan, dan enam pesawat Air Seoul. Dengan jumlah tersebut, Jin Air terintegrasi akan menjadi LCC terbesar Korea Selatan berdasarkan jumlah armada.
Merger ini merupakan bagian dari restrukturisasi industri penerbangan Korea Selatan. Korean Air dijadwalkan bergabung dengan Asiana Airlines pada 17 Desember 2026. Setelah integrasi tersebut, tiga LCC yang berada dalam kelompok usaha terkait akan disatukan. Jin Air juga menyiapkan integrasi sistem reservasi, armada, operasional, dan pelatihan.
Bagi penumpang, merger berpotensi memperluas jaringan dan pilihan jadwal penerbangan. Namun, dampaknya terhadap harga tiket dan penerbangan yang sudah dipesan belum sepenuhnya diketahui. Jin Air masih harus menyelesaikan persetujuan dan sertifikasi keselamatan sebelum beroperasi sebagai satu maskapai.






