Karoline Leavitt kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih dalam pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Leavitt akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Agustus 2026. Meski mundur dari posisi tersebut, Trump memastikan perempuan berusia 28 tahun itu tetap bergabung sebagai penasihat luar dan akan berperan dalam strategi politik Partai Republik menjelang pemilu sela.
Leavitt lahir di Atkinson, New Hampshire, pada 24 Agustus 1997. Ia menempuh pendidikan politik dan komunikasi di Saint Anselm College. Karier politiknya dimulai sebagai staf korespondensi kepresidenan pada pemerintahan Trump periode pertama. Ia kemudian menjadi asisten sekretaris pers Gedung Putih sebelum menjabat direktur komunikasi anggota Kongres Elise Stefanik. Pada 2022, Leavitt maju sebagai calon anggota DPR dari New Hampshire, tetapi kalah dalam pemilihan umum. Ia lalu menjadi juru bicara kampanye presiden Trump pada 2024.
Setelah Trump kembali menjabat presiden pada Januari 2025, Leavitt dipercaya sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih. Penunjukan tersebut menjadikannya orang termuda dalam sejarah Amerika Serikat yang mengemban jabatan itu. Selama bertugas, ia dikenal sebagai pembela setia kebijakan Trump. Gaya komunikasinya yang tegas dan konfrontatif kerap menjadi perhatian dalam setiap konferensi pers.
Leavitt menjelaskan keputusan mundur diambil agar dapat lebih banyak menghabiskan waktu bersama dua anaknya setelah kembali dari cuti melahirkan. Trump menyampaikan apresiasi atas kontribusinya dan menyebut Leavitt tetap menjadi salah satu penasihat komunikasi utamanya. Hingga kini, Gedung Putih belum mengumumkan sosok yang akan menggantikan Leavitt sebagai Sekretaris Pers.






