Desa di China Punya ‘Bus Sekolah Langit’, Perjalanan Siswa Kini Hanya 30 Menit dari Sebelumnya Tiga Jam

0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

Sebuah desa terpencil di Provinsi Yunnan, China, menarik perhatian publik setelah memiliki fasilitas yang dijuluki “bus sekolah langit”. Fasilitas tersebut bukan berupa bus biasa, melainkan kombinasi lift tebing setinggi 288 meter dan kereta gantung yang memudahkan anak-anak menuju sekolah. Kehadiran infrastruktur ini memangkas waktu perjalanan siswa dari sekitar tiga jam menjadi hanya 30 menit. Proyek tersebut dibangun untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan dengan medan yang curam dan sulit dilalui.

Lift Tebing dan Kereta Gantung Permudah Akses Sekolah

Sebelum fasilitas tersebut tersedia, para pelajar harus menempuh perjalanan panjang melewati jalan pegunungan yang berliku setiap hari. Selain membutuhkan waktu hingga tiga jam, rute tersebut juga dinilai cukup melelahkan dan berisiko, terutama saat cuaca buruk. Oleh karena itu, pemerintah setempat membangun lift tebing dan jalur kereta gantung sebagai sarana transportasi utama bagi warga. Kini, siswa dapat mencapai sekolah dengan lebih cepat, aman, dan nyaman setiap hari.

Warga Desa Ikut Merasakan Manfaat Infrastruktur Baru

Selain dimanfaatkan oleh para pelajar, fasilitas tersebut juga dapat digunakan masyarakat desa secara gratis. Warga kini lebih mudah mengakses pusat layanan kesehatan, pasar, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat ikut meningkat. Infrastruktur ini juga membuka peluang pengembangan pariwisata karena kawasan pegunungan tersebut menawarkan panorama alam yang menarik perhatian pengunjung.

Akses Pendidikan Menjadi Lebih Efisien

Pembangunan “bus sekolah langit” menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk mengatasi hambatan geografis. Selain mempercepat waktu tempuh, fasilitas ini membantu mengurangi kelelahan siswa sehingga mereka dapat lebih fokus mengikuti kegiatan belajar. Bahkan, orang tua merasa lebih tenang karena anak-anak tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur pegunungan yang sulit. Oleh sebab itu, proyek ini dinilai berhasil meningkatkan kualitas akses pendidikan sekaligus kesejahteraan masyarakat di desa pegunungan Yunnan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Korut Tolak Denuklirisasi, Klaim Senjata Nuklir Jadi Jaminan Kedaulatan

    Korea Utara menegaskan tidak akan mengubah kebijakan nuklirnya meski Amerika Serikat kembali menyerukan denuklirisasi. Pyongyang justru berjanji memperkuat kekuatan nuklirnya. Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Korut pada Senin (31/8/2026).…

    Eks Legislator China Dihukum Mati karena Suap Rp1,9 Triliun, Eksekusi Ditangguhkan

    Mantan pejabat senior China, Jiang Chaoliang, dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun. Ia terbukti menerima suap lebih dari 746 juta yuan atau sekitar Rp1,9 triliun. Putusan tersebut dijatuhkan…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    Korut Tolak Denuklirisasi, Klaim Senjata Nuklir Jadi Jaminan Kedaulatan

    Korut Tolak Denuklirisasi, Klaim Senjata Nuklir Jadi Jaminan Kedaulatan

    Wisatawan Domestik Jeju Menurun, Rumor “Pulau Horor” Picu Kekhawatiran

    Wisatawan Domestik Jeju Menurun, Rumor “Pulau Horor” Picu Kekhawatiran

    NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Materi Gelap hingga Ribuan Eksoplanet

    NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Materi Gelap hingga Ribuan Eksoplanet

    Tetra Pak Bidik Pasar Kelapa AS dan Eropa, Produk Turunan Jadi Andalan

    Tetra Pak Bidik Pasar Kelapa AS dan Eropa, Produk Turunan Jadi Andalan

    Eks Legislator China Dihukum Mati karena Suap Rp1,9 Triliun, Eksekusi Ditangguhkan

    Eks Legislator China Dihukum Mati karena Suap Rp1,9 Triliun, Eksekusi Ditangguhkan

    Thailand Perketat Pengawasan Turis Asing, Pelanggar Bisa Dideportasi

    Thailand Perketat Pengawasan Turis Asing, Pelanggar Bisa Dideportasi