Thailand Perketat Pengawasan Turis Asing, Pelanggar Bisa Dideportasi

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Thailand mulai memperketat pengawasan terhadap wisatawan asing yang melanggar aturan atau mengganggu ketertiban umum. Pemerintah memberlakukan aturan deportasi baru mulai 28 Agustus 2026. Kebijakan tersebut memberikan prosedur yang lebih jelas untuk mempercepat proses pemulangan warga asing bermasalah.

Aturan baru berlaku bagi enam kategori pelanggaran. Di antaranya masuk atau tinggal secara ilegal, bekerja tanpa izin, dan menjalankan bisnis secara ilegal. Pemalsuan dokumen resmi serta tindak pidana dengan ancaman hukuman minimal lima tahun juga termasuk. Aturan berlaku pula bagi pihak yang membantu atau menghasut pelanggaran tersebut.

Pemerintah Thailand juga menyoroti perilaku turis asing yang mengganggu ketertiban dan masyarakat. Menteri Pariwisata dan Olahraga Surasak Phancharoenworakul mengatakan wisatawan bermasalah dapat menghadapi pencabutan visa. Mereka juga berpotensi dideportasi dan masuk daftar hitam. Pemerintah menegaskan kebijakan tersebut tidak ditujukan kepada wisatawan yang mematuhi aturan.

Pengetatan pengawasan sebelumnya telah dilakukan melalui sistem pemeriksaan imigrasi. Thailand mencatat puluhan ribu warga asing ditolak masuk karena dokumen atau kondisi perjalanan mencurigakan. Pemerintah juga membatalkan sejumlah visa setelah menemukan penyalahgunaan izin tinggal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberantas pekerja ilegal dan penyalahgunaan visa.

Untuk memperkuat pengawasan, kepolisian pariwisata Thailand menambah teknologi pemantauan. Sebanyak 128 drone dan kendaraan komando bergerak disiapkan untuk mendukung operasi lapangan. Polisi juga mendapat perangkat penerjemah otomatis untuk membantu berkomunikasi dengan wisatawan asing.

Pemerintah menegaskan Thailand tetap terbuka bagi wisatawan asing yang menaati hukum. Namun, pelanggaran serius kini dapat berujung pada deportasi dengan prosedur yang lebih cepat. Wisatawan juga diminta menghormati hukum serta norma budaya setempat. Kebijakan tersebut diharapkan menjaga keamanan sekaligus citra Thailand sebagai destinasi wisata internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali diperpanjang penutupannya akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pembaruan informasi penerbangan pada Minggu (6/9/2026), bandara tersebut ditutup sementara hingga pukul 23.59…

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle di County Mayo, Irlandia, baru saja meraih predikat sebagai hotel tercantik di dunia dalam daftar terbaru Time Out. Kastil bersejarah ini menempati posisi teratas dari 33 hotel yang…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia