Korut Tolak Denuklirisasi, Klaim Senjata Nuklir Jadi Jaminan Kedaulatan

0 0
Read Time:1 Minute, 9 Second

Korea Utara menegaskan tidak akan mengubah kebijakan nuklirnya meski Amerika Serikat kembali menyerukan denuklirisasi. Pyongyang justru berjanji memperkuat kekuatan nuklirnya. Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Korut pada Senin (31/8/2026).

Sikap tersebut muncul setelah Departemen Luar Negeri AS menegaskan kembali komitmen terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara. Washington menyampaikan posisi tersebut pada 26 Agustus. AS tetap membuka peluang dialog dengan Pyongyang di tengah upaya Presiden Donald Trump bertemu Kim Jong Un.

Kementerian Luar Negeri Korut menilai seruan denuklirisasi sebagai bagian dari kebijakan bermusuhan Washington. Pyongyang juga menyoroti kritik AS mengenai hak asasi manusia. Selain itu, Korut mengecam rencana latihan militer AS, Korea Selatan, dan Jepang.

Pyongyang menyebut senjata nuklir sebagai jaminan mutlak untuk mempertahankan kedaulatan. Pemerintah Korut juga menegaskan status nuklir negaranya tidak akan melemah. Seruan denuklirisasi dari AS dinilai tidak mampu mengubah posisi tersebut. Korut bahkan menjanjikan respons paling keras terhadap kebijakan Washington.

Sikap Korut muncul setelah Trump mengambil sejumlah langkah yang dianggap lebih lunak. Washington sebelumnya mengurangi skala latihan militer bersama Korea Selatan. Trump juga menyatakan memiliki hubungan baik dengan Kim Jong Un. Ia bahkan menyampaikan harapan dapat bertemu kembali dengan pemimpin Korut tersebut.

Namun, peluang mencairkan hubungan masih menghadapi hambatan besar. AS tetap menjadikan denuklirisasi sebagai kebijakan resmi terhadap Pyongyang. Di sisi lain, Korea Utara semakin menegaskan status nuklirnya sebagai kepentingan keamanan utama. Ketegangan juga berpotensi meningkat menjelang latihan Freedom Edge pada 7-11 September.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Eks Legislator China Dihukum Mati karena Suap Rp1,9 Triliun, Eksekusi Ditangguhkan

    Mantan pejabat senior China, Jiang Chaoliang, dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun. Ia terbukti menerima suap lebih dari 746 juta yuan atau sekitar Rp1,9 triliun. Putusan tersebut dijatuhkan…

    Elon Musk Soroti Angka Kelahiran Singapura: “Manusia Sedang Menghilang”

    Elon Musk kembali menyoroti rendahnya angka kelahiran Singapura. Ia menyebut, “Manusia sedang menghilang” melalui unggahan di platform X. Pernyataan itu muncul setelah Singapura mengumumkan kebijakan baru untuk mengatasi penurunan angka…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    Korut Tolak Denuklirisasi, Klaim Senjata Nuklir Jadi Jaminan Kedaulatan

    Korut Tolak Denuklirisasi, Klaim Senjata Nuklir Jadi Jaminan Kedaulatan

    Wisatawan Domestik Jeju Menurun, Rumor “Pulau Horor” Picu Kekhawatiran

    Wisatawan Domestik Jeju Menurun, Rumor “Pulau Horor” Picu Kekhawatiran

    NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Materi Gelap hingga Ribuan Eksoplanet

    NASA Luncurkan Teleskop Roman, Bidik Materi Gelap hingga Ribuan Eksoplanet

    Tetra Pak Bidik Pasar Kelapa AS dan Eropa, Produk Turunan Jadi Andalan

    Tetra Pak Bidik Pasar Kelapa AS dan Eropa, Produk Turunan Jadi Andalan

    Eks Legislator China Dihukum Mati karena Suap Rp1,9 Triliun, Eksekusi Ditangguhkan

    Eks Legislator China Dihukum Mati karena Suap Rp1,9 Triliun, Eksekusi Ditangguhkan

    Thailand Perketat Pengawasan Turis Asing, Pelanggar Bisa Dideportasi

    Thailand Perketat Pengawasan Turis Asing, Pelanggar Bisa Dideportasi