PT Freeport Indonesia mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar di distrik Grasberg, Mimika, Papua Tengah. Proyek tersebut menjadi bagian strategi menjaga kesinambungan produksi Freeport setelah 2029. Pengembangan Kucing Liar telah berlangsung sejak 2022 dan terus diperluas.
Berdasarkan pembaruan terbaru Freeport-McMoRan, cadangan Kucing Liar diperkirakan mencapai 8 juta ons emas. Cadangan tembaganya diperkirakan mencapai 8 miliar pon. Angka tersebut meningkat dari estimasi sebelumnya sebesar 6 juta ons emas.
Kucing Liar dirancang memiliki kapasitas hingga 130.000 ton bijih per hari. Produksi penuh diperkirakan menghasilkan sekitar 735.000 ons emas setiap tahun. Tambang tersebut juga diproyeksikan menghasilkan 750 juta pon tembaga setiap tahun. Produksi diperkirakan berlangsung hingga 2041 berdasarkan estimasi cadangan saat ini.
Proyek ini juga berfungsi menggantikan produksi Deep Mill Level Zone atau DMLZ. Tonase DMLZ diperkirakan mulai menurun sehingga perlu digantikan tambang baru. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut Kucing Liar ditargetkan mulai ditambang pada 2029. Langkah tersebut diharapkan menjaga produksi bijih sekitar 220.000 ton per hari.
Pengembangan Kucing Liar mendapat dukungan dari kesepakatan pemerintah dan Freeport terkait perpanjangan hak operasi. Kesepakatan itu membuka peluang pengembangan sumber daya jangka panjang di Grasberg. Dengan cadangan besar tersebut, Kucing Liar berpotensi menjadi penopang produksi Freeport setelah dekade ini.







