Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Maunya Perang dengan AS Benar-Benar Berakhir

0 0
Read Time:55 Second

Iran menegaskan tidak menginginkan gencatan senjata sementara dalam konflik dengan Amerika Serikat. Teheran menginginkan kesepakatan yang benar-benar mengakhiri perang. Sikap tersebut disampaikan setelah upaya diplomasi antara kedua negara kembali menemui kebuntuan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran belum memutuskan untuk kembali berunding dengan Washington. Pernyataan itu muncul setelah kesepakatan sementara selama 60 hari berakhir tanpa kesepakatan lanjutan. Iran menilai sejumlah komitmen sebelumnya telah dilanggar.

Sebelumnya, kesepakatan sementara dirancang untuk membuka jalan menuju penyelesaian yang lebih permanen. Namun, perbedaan mengenai sanksi, aset Iran, dan Selat Hormuz menghambat proses tersebut. Iran kini meminta Amerika mencabut sanksi dan menghentikan blokade sebelum pembicaraan dilanjutkan.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan dengan Iran. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim sebelumnya mengenai kemungkinan jalur diplomasi. Teheran juga menyatakan Selat Hormuz tetap ditutup sampai tuntutannya dipenuhi.

Kebuntuan tersebut membuat risiko konflik berkepanjangan semakin besar. Dampaknya juga terasa pada jalur perdagangan energi melalui kawasan Teluk. Selat Hormuz sebelumnya menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Karena itu, perkembangan hubungan Iran dan AS tetap menjadi perhatian pasar global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang tiga tanker minyak mentah Iran pada Sabtu (5/9/2026). Serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah…

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Hubungan Jepang dan Rusia kembali memanas setelah sebuah monumen perang kontroversial diresmikan di Khabarovsk, Rusia Timur Jauh. Monumen tersebut dibuat untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jepang dan berakhirnya Perang…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia