Gerhana Bulan sebagian akan menghiasi langit pada Jumat, 28 Agustus 2026. Fenomena ini terjadi ketika sebagian permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan umbra Bumi. Namun, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan seluruh rangkaian gerhana tersebut secara langsung.
Gerhana dimulai saat Bulan memasuki penumbra pada pukul 08.23 WIB. Fase sebagian berlangsung mulai pukul 09.33 WIB hingga 12.51 WIB. Puncak gerhana terjadi sekitar pukul 11.12 WIB dengan magnitudo sekitar 0,94. Pada saat tersebut, sekitar 94 persen permukaan Bulan berada dalam bayangan Bumi.
Sayangnya, seluruh fase gerhana berlangsung ketika Indonesia mengalami siang hari. Karena itu, Bulan berada di bawah horizon saat fase utama terjadi. Wilayah yang berkesempatan melihat gerhana secara langsung terutama mencakup Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa Barat, dan sebagian Afrika. Beberapa wilayah Asia Barat juga dapat menyaksikan fase tertentu.
Bagi masyarakat Indonesia, fenomena tersebut tetap dapat diikuti melalui siaran langsung. Sejumlah observatorium dan lembaga astronomi biasanya menyediakan streaming pengamatan dari wilayah yang mengalami malam. Penonton dapat mengikuti perubahan bentuk dan warna Bulan melalui kamera teleskop. Cara tersebut menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak berada di wilayah pengamatan langsung.
Gerhana Bulan berbeda dengan gerhana Matahari dari sisi keamanan pengamatan. Pengamat dapat melihat Bulan secara langsung tanpa kacamata khusus selama kondisi langit memungkinkan. Penggunaan teropong atau teleskop juga diperbolehkan untuk mendapatkan tampilan lebih detail. Jadi, meskipun gerhana 28 Agustus tidak terlihat dari Indonesia, masyarakat tetap bisa menyaksikannya melalui siaran daring.







