Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina, Kini Resmi Masuk Kelompok Negara Berpendapatan Menengah Atas

0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

JAKARTA – Bank Dunia resmi menaikkan status Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas atau upper-middle income. Keputusan itu diumumkan melalui pembaruan klasifikasi ekonomi yang dirilis pada 1 Juli 2026.

Perubahan status tersebut diberikan setelah kedua negara mencatat pertumbuhan ekonomi yang konsisten selama beberapa tahun terakhir. Kinerja ekonomi yang kuat dinilai berhasil meningkatkan pendapatan nasional bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita keduanya.

Bank Dunia menetapkan ambang batas negara berpendapatan menengah atas pada GNI per kapita sebesar US$4.636 untuk tahun fiskal terbaru. Vietnam telah mencapai sekitar US$4.970 per kapita, sedangkan Filipina mencatat sekitar US$4.850 per kapita pada 2025.

Menurut Bank Dunia, keberhasilan Vietnam didorong model pertumbuhan yang bertumpu pada sektor ekspor. Sementara itu, Filipina menunjukkan ekspansi ekonomi yang lebih merata di berbagai sektor industri sehingga menopang peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan perubahan tersebut, lima negara ekonomi utama di Asia Tenggara kini telah berada pada kelompok berpendapatan menengah atas atau lebih tinggi. Kelima negara itu adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Status baru ini diperkirakan dapat meningkatkan kepercayaan investor global. Selain itu, akses terhadap pembiayaan internasional dan arus investasi asing juga berpotensi semakin terbuka bagi Vietnam dan Filipina. Namun, kedua negara juga diperkirakan akan menghadapi tantangan berupa berkurangnya akses terhadap sejumlah skema bantuan pembangunan yang biasanya ditujukan bagi negara berpendapatan lebih rendah.

Keputusan Bank Dunia tersebut menjadi salah satu indikator penting keberhasilan transformasi ekonomi kedua negara. Meski demikian, pemerintah Vietnam dan Filipina masih dihadapkan pada tantangan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga : Pesona Curug Cina di Subang, Hidden Gem dengan Air Terjun Bertingkat dan Panorama Pegunungan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Industri pupuk Indonesia tengah mengalami perubahan besar. PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi mulai mengarahkan bisnis pada efisiensi, digitalisasi, diversifikasi, dan keberlanjutan. Langkah tersebut…

    Bisnis Kuliner Singapura Makin Berat, Gerai Lok Lok Milik Influencer Tutup

    Bisnis kuliner di Singapura kembali menghadapi tantangan. Fei Zhu Lok Lok, gerai jajanan milik influencer lokal Phyllis Seah, memutuskan menutup seluruh gerainya. Bisnis yang dirintis sejak 2021 itu akan berhenti…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia