Militer Israel kembali melancarkan serangan di sejumlah wilayah Lebanon selatan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Serangan tersebut dilaporkan melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, dan pergerakan tank. Operasi berlangsung ketika ketegangan meningkat terkait keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon.
Serangan dilaporkan terjadi di sekitar Mansouri, Majdal Zoun, Beit Yahoun, Haddatha, dan Kounine. Ledakan besar juga terdengar di sejumlah desa sekitar wilayah Bint Jbeil. Israel masih mempertahankan posisi militer di Lebanon selatan dengan alasan menghadapi ancaman Hezbollah.
Situasi tersebut berlangsung setelah kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat pada Juni 2026. Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan. Sebagai gantinya, militer Lebanon bertugas memperluas kehadiran dan kelompok bersenjata menjalani proses pelucutan.
Human Rights Watch kemudian mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertahankan pasukan perdamaian di Lebanon. HRW menilai kehadiran pasukan internasional diperlukan untuk melindungi warga sipil. Organisasi tersebut juga menyebut UNIFIL berperan sebagai penghalang terhadap pelanggaran hak asasi.
Mandat UNIFIL saat ini dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. HRW meminta mandat tersebut diperpanjang sampai kondisi keamanan memungkinkan pengurangan pasukan. Perdebatan mengenai masa depan pasukan perdamaian berlangsung ketika ketegangan Israel dan Hezbollah belum sepenuhnya mereda.






