Israel Terus Serang Lebanon Selatan, HRW Minta Pasukan Perdamaian Tetap Dipertahankan

0 0
Read Time:55 Second

Militer Israel kembali melancarkan serangan di sejumlah wilayah Lebanon selatan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Serangan tersebut dilaporkan melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, dan pergerakan tank. Operasi berlangsung ketika ketegangan meningkat terkait keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon.

Serangan dilaporkan terjadi di sekitar Mansouri, Majdal Zoun, Beit Yahoun, Haddatha, dan Kounine. Ledakan besar juga terdengar di sejumlah desa sekitar wilayah Bint Jbeil. Israel masih mempertahankan posisi militer di Lebanon selatan dengan alasan menghadapi ancaman Hezbollah.

Situasi tersebut berlangsung setelah kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat pada Juni 2026. Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan. Sebagai gantinya, militer Lebanon bertugas memperluas kehadiran dan kelompok bersenjata menjalani proses pelucutan.

Human Rights Watch kemudian mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertahankan pasukan perdamaian di Lebanon. HRW menilai kehadiran pasukan internasional diperlukan untuk melindungi warga sipil. Organisasi tersebut juga menyebut UNIFIL berperan sebagai penghalang terhadap pelanggaran hak asasi.

Mandat UNIFIL saat ini dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. HRW meminta mandat tersebut diperpanjang sampai kondisi keamanan memungkinkan pengurangan pasukan. Perdebatan mengenai masa depan pasukan perdamaian berlangsung ketika ketegangan Israel dan Hezbollah belum sepenuhnya mereda.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang tiga tanker minyak mentah Iran pada Sabtu (5/9/2026). Serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah…

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Hubungan Jepang dan Rusia kembali memanas setelah sebuah monumen perang kontroversial diresmikan di Khabarovsk, Rusia Timur Jauh. Monumen tersebut dibuat untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jepang dan berakhirnya Perang…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia