Presiden Tertua di Dunia Belum Pulang, Paul Biya Dua Bulan Berada di Eropa

0 0
Read Time:53 Second

Presiden Kamerun Paul Biya belum kembali ke negaranya setelah dua bulan berada di Eropa. Biya meninggalkan Kamerun pada 7 Juni 2026 untuk kunjungan pribadi singkat. Namun, perjalanan tersebut kini menjadi salah satu ketidakhadiran terpanjangnya dari Kamerun.

Biya kini berusia 93 tahun dan tercatat sebagai kepala negara tertua di dunia. Ia telah memimpin Kamerun sejak 1982 dan memulai masa jabatan kedelapan pada November 2025. Pemerintah kemudian mengonfirmasi Biya berada di Swiss.

Ketidakhadiran tersebut memicu pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dan pemerintahan Kamerun. Biya memang kerap menghabiskan waktu panjang di Eropa, terutama Prancis dan Swiss. Selama berada di luar negeri, sejumlah urusan pemerintahan biasanya dijalankan pejabat partai dan anggota keluarganya.

Kekhawatiran semakin besar karena Kamerun menghadapi konflik bersenjata serta persoalan ekonomi. Kelompok oposisi bahkan memperingatkan adanya kekosongan kekuasaan selama Biya berada di luar negeri. Pemerintah membantah anggapan tersebut dan memastikan pemerintahan tetap berjalan.

Juru bicara pemerintah René Emmanuel Sadi menyatakan Biya masih hidup dan akan segera kembali. Sementara itu, Biya tetap mengambil sejumlah keputusan dari luar negeri. Pada awal Agustus, ia menandatangani perubahan penting dalam struktur kepemimpinan militer Kamerun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang tiga tanker minyak mentah Iran pada Sabtu (5/9/2026). Serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah…

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Hubungan Jepang dan Rusia kembali memanas setelah sebuah monumen perang kontroversial diresmikan di Khabarovsk, Rusia Timur Jauh. Monumen tersebut dibuat untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jepang dan berakhirnya Perang…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia