Pergeseran Tanah di Flores Usai Gempa M7,7, BMKG Ungkap Penyebabnya

0 0
Read Time:57 Second

Fenomena pergeseran tanah terjadi di sejumlah wilayah Flores setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. BMKG menjelaskan perubahan tersebut berkaitan dengan deformasi permukaan bumi.

Gempa utama terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Episenternya berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Gempa tersebut dipicu aktivitas sesar naik pada Flores Back-arc Thrust.

Menurut BMKG, gempa besar dapat menyebabkan displacement permanen atau perubahan posisi permukaan tanah. Fenomena tersebut disebut deformasi coseismic dan terjadi ketika kerak bumi mengalami perubahan mendadak.

Perubahan permukaan tidak selalu sama di setiap lokasi. Kondisi tanah, karakteristik batuan, jarak dari sumber gempa, dan rambatan gelombang turut memengaruhi respons permukaan. Karena itu, wilayah berdekatan dapat mengalami tingkat kerusakan berbeda.

BMKG juga melakukan survei mikroseismik untuk memetakan karakteristik tanah serta struktur bawah permukaan di wilayah terdampak. Pengukuran tersebut menggunakan metode mikrotremor dan MASW.

Fenomena pergeseran tanah perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan perubahan kestabilan permukaan. BMKG masih memverifikasi temuan lapangan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa.

Hingga awal September, aktivitas gempa susulan masih tercatat di wilayah Flores. BMKG menyebut rangkaian gempa susulan dapat berlangsung selama beberapa minggu setelah gempa utama.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Empat gunung api di Indonesia dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026). Fenomena tersebut sempat menimbulkan pertanyaan karena terjadi dalam waktu yang berdekatan. Namun, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG…

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Socratea exorrhiza dikenal sebagai “pohon berjalan” karena memiliki akar penopang yang menjulur dari batang seperti kaki. Palem yang tumbuh di hutan hujan tropis Amerika Tengah dan Selatan ini kemudian dikaitkan…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    AS Hancurkan 3 Tanker Minyak Iran, Kirim Pesan Keras ke IRGC

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Bandara Soetta Ditutup hingga 23.59 WIB, Imbas Erupsi Anak Krakatau

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Pakar: Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia Tak Saling Berkaitan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Transformasi Industri Pupuk RI: Dari Kejar Produktivitas Menuju Bisnis Berkelanjutan

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia