Freeport Kembangkan Tambang Kucing Liar, Cadangan Emas Capai 8 Juta Ons

0 0
Read Time:1 Minute, 0 Second

PT Freeport Indonesia mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar di distrik Grasberg, Mimika, Papua Tengah. Proyek tersebut menjadi bagian strategi menjaga kesinambungan produksi Freeport setelah 2029. Pengembangan Kucing Liar telah berlangsung sejak 2022 dan terus diperluas.

Berdasarkan pembaruan terbaru Freeport-McMoRan, cadangan Kucing Liar diperkirakan mencapai 8 juta ons emas. Cadangan tembaganya diperkirakan mencapai 8 miliar pon. Angka tersebut meningkat dari estimasi sebelumnya sebesar 6 juta ons emas.

Kucing Liar dirancang memiliki kapasitas hingga 130.000 ton bijih per hari. Produksi penuh diperkirakan menghasilkan sekitar 735.000 ons emas setiap tahun. Tambang tersebut juga diproyeksikan menghasilkan 750 juta pon tembaga setiap tahun. Produksi diperkirakan berlangsung hingga 2041 berdasarkan estimasi cadangan saat ini.

Proyek ini juga berfungsi menggantikan produksi Deep Mill Level Zone atau DMLZ. Tonase DMLZ diperkirakan mulai menurun sehingga perlu digantikan tambang baru. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut Kucing Liar ditargetkan mulai ditambang pada 2029. Langkah tersebut diharapkan menjaga produksi bijih sekitar 220.000 ton per hari.

Pengembangan Kucing Liar mendapat dukungan dari kesepakatan pemerintah dan Freeport terkait perpanjangan hak operasi. Kesepakatan itu membuka peluang pengembangan sumber daya jangka panjang di Grasberg. Dengan cadangan besar tersebut, Kucing Liar berpotensi menjadi penopang produksi Freeport setelah dekade ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Kemendag Catat Penjajakan Bisnis UMKM Tembus Rp5,95 Triliun hingga Juli 2026

    Kementerian Perdagangan mencatat nilai penjajakan bisnis UMKM dengan buyer mancanegara mencapai Rp5,95 triliun. Capaian tersebut berlangsung sepanjang Januari hingga Juli 2026. Nilainya setara 333,68 juta dolar AS berdasarkan data Kemendag.…

    Industri Kripto Tumbuh Cepat, Ini Faktor yang Mendorong Perkembangannya

    Industri kripto berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset keuangan digital. Di Indonesia, jumlah konsumen aset kripto mencapai 21,70 juta akun pada April 2026. Nilai transaksi pada periode tersebut…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Maunya Perang dengan AS Benar-Benar Berakhir

    Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Maunya Perang dengan AS Benar-Benar Berakhir

    Bromo Kembali Dibuka Besok Setelah 13 Hari Ditutup akibat Karhutla

    Bromo Kembali Dibuka Besok Setelah 13 Hari Ditutup akibat Karhutla

    Perlombaan ke Bulan Makin Ramai, Ilmuwan Khawatir Satelit Bumi Jadi Tempat Sampah

    Perlombaan ke Bulan Makin Ramai, Ilmuwan Khawatir Satelit Bumi Jadi Tempat Sampah

    Kemendag Catat Penjajakan Bisnis UMKM Tembus Rp5,95 Triliun hingga Juli 2026

    Kemendag Catat Penjajakan Bisnis UMKM Tembus Rp5,95 Triliun hingga Juli 2026

    Menlu Iran Tuding Israel Ganggu Kesepakatan Gencatan Senjata dengan AS

    Menlu Iran Tuding Israel Ganggu Kesepakatan Gencatan Senjata dengan AS

    Harga Hotel Uni Emirat Arab Anjlok hingga 75 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

    Harga Hotel Uni Emirat Arab Anjlok hingga 75 Persen Imbas Konflik Timur Tengah