Mengenal Kucing Merah Kalimantan, Satwa Langka dan Misterius yang Sulit Ditemukan

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Kucing merah Kalimantan menjadi salah satu satwa liar paling misterius yang hidup di Pulau Kalimantan. Satwa bernama ilmiah Catopuma badia ini juga dikenal sebagai Bornean bay cat. Kucing merah merupakan spesies endemik Borneo dan tidak ditemukan secara alami di wilayah lain. Keberadaannya sangat sulit terpantau karena sifatnya tertutup dan populasinya diperkirakan rendah. Bahkan, foto pertama kucing merah hidup baru diperoleh pada 1998.

Secara fisik, kucing merah memiliki warna bulu yang umumnya merah kecokelatan atau kadru. Namun, individu berwarna abu-abu dan bahkan sangat gelap juga pernah ditemukan. IUCN Cat Specialist Group mencatat panjang tubuhnya sekitar 53 sampai 67 sentimeter. Ekornya tergolong panjang, yakni sekitar 32 sampai 40 sentimeter. Berat individu sehat diperkirakan mencapai tiga sampai empat kilogram. Kepala kucing ini berbentuk membulat dengan telinga kecil dan membulat.

Kucing merah bergantung pada kawasan hutan alami maupun hutan semi-alami di Borneo. Catatan keberadaannya ditemukan pada hutan dataran rendah, perbukitan, rawa, hingga kawasan hutan bekas tebangan. Di Indonesia, keberadaannya telah dikonfirmasi antara lain di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Satwa ini juga tercatat menghuni beberapa kawasan konservasi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Informasi mengenai makanan, reproduksi, dan perilaku kucing merah masih sangat terbatas.

IUCN mengategorikan kucing merah sebagai Endangered atau terancam punah. Kehilangan habitat akibat deforestasi dan perubahan hutan menjadi perkebunan menjadi ancaman utamanya. Perburuan serta perdagangan ilegal juga berpotensi memberikan tekanan terhadap kelangsungan spesies ini. Di Indonesia, kucing merah termasuk satwa yang dilindungi dan perburuannya dilarang. Kelestarian hutan Kalimantan menjadi kunci penting menjaga keberadaan kucing misterius ini untuk generasi mendatang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Mitos atau Fakta, Benarkah Ikan Oarfish Pertanda Gempa dan Tsunami?

    Ikan oarfish kerap disebut sebagai “ikan kiamat” karena kemunculannya dikaitkan dengan gempa bumi dan tsunami. Kepercayaan tersebut telah berkembang dalam cerita rakyat Jepang selama bertahun-tahun. Namun, anggapan itu belum didukung…

    14 Zona Megathrust Kepung Indonesia, Ini Daftar dan Potensi Gempanya

    Indonesia berada di kawasan tektonik aktif dengan sejumlah zona megathrust sebagai sumber gempa besar. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat 14 segmen megathrust. Jumlah tersebut bertambah dari 13…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    Dolly Parton Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun, Trump Perintahkan Bendera AS Setengah Tiang

    Dolly Parton Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun, Trump Perintahkan Bendera AS Setengah Tiang

    Turis Membludak ke Korea Selatan Berkat K-Culture, Wisata Sejarah Masih Sepi

    Turis Membludak ke Korea Selatan Berkat K-Culture, Wisata Sejarah Masih Sepi

    Mitos atau Fakta, Benarkah Ikan Oarfish Pertanda Gempa dan Tsunami?

    Mitos atau Fakta, Benarkah Ikan Oarfish Pertanda Gempa dan Tsunami?

    KKI 2026 Bukukan Penjualan Rp177,21 Miliar, UMKM Indonesia Makin Berdaya Saing

    KKI 2026 Bukukan Penjualan Rp177,21 Miliar, UMKM Indonesia Makin Berdaya Saing

    Komite Parlemen Iran Setujui Tarif Kapal di Selat Hormuz, Berlaku untuk Negara yang Diizinkan Melintas

    Komite Parlemen Iran Setujui Tarif Kapal di Selat Hormuz, Berlaku untuk Negara yang Diizinkan Melintas

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Khutbah Jumat Dipangkas dan F1 Terancam

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Khutbah Jumat Dipangkas dan F1 Terancam