Tempat Pengolahan Sampah atau TPS Go-Sari di Guwosari, Bantul, mengubah sampah menjadi sumber penghasilan warga. Fasilitas ini mengelola sampah rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan terpadu. Setiap hari, sekitar 3 hingga 4 ton sampah masuk ke TPS tersebut.
Sampah organik diolah menjadi kompos dan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sementara itu, sampah anorganik dipilah untuk dijual atau diolah menjadi material bernilai ekonomi. Inovasi tersebut membuat sampah tidak langsung berakhir sebagai limbah. Konsep ini sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Go-Sari berdiri sejak November 2019 sebagai unit layanan sampah BUMKal Guwosari. Pada 2026, layanan tersebut telah menjangkau sekitar 1.500 pelanggan dan mempekerjakan 27 warga. Pengelolaan sampah bahkan mampu menghasilkan pendapatan hingga sekitar Rp80 juta setiap bulan. Angka tersebut berasal dari layanan pelanggan dan hasil pengolahan sampah.
Pengembangan Go-Sari mendapat dukungan Pertamina Patra Niaga sejak 2022 melalui berbagai program pemberdayaan. Pada Juni 2026, Pertamina kembali memberikan bantuan Rp150 juta untuk pengembangan Go-Sari Edupark. Bantuan tersebut mendukung aplikasi pengumpulan sampah, inovasi biochar, dan budidaya ayam petelur.
Pada 12 Agustus 2026, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan meninjau langsung TPS Go-Sari. Pertamina juga menyerahkan dukungan PLTS dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja. Program tersebut menunjukkan pengelolaan sampah dapat berjalan bersama pemberdayaan ekonomi dan energi bersih.







