Harga hotel di Uni Emirat Arab sempat anjlok tajam setelah konflik Timur Tengah mengganggu aktivitas pariwisata. Penurunan terjadi terutama di Dubai dan Abu Dhabi. Pada April 2026, harga sejumlah hotel turun hingga 75 persen. Tarif hotel bintang empat bahkan berada sekitar 50-60 dolar AS per malam.
Data Lighthouse menunjukkan tarif hotel Dubai pada April mencapai rata-rata 75,43 dolar AS. Angka tersebut turun 59,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Di Abu Dhabi, tarif rata-rata turun 37,3 persen menjadi 149,25 dolar AS. Penurunan terjadi setelah konflik memukul permintaan perjalanan di kawasan Teluk.
Dampaknya juga terlihat pada tingkat hunian hotel. Okupansi Dubai turun dari 84,7 persen pada Februari menjadi sekitar 33 persen pada Maret. Data CoStar bahkan mencatat okupansi harian sempat menyentuh 19,6 persen pada 15 Maret. Kondisi tersebut mendorong hotel menawarkan diskon untuk menarik kembali wisatawan.
Namun, kondisi industri perhotelan Uni Emirat Arab mulai menunjukkan tanda pemulihan. Okupansi Dubai sempat mencapai 82,2 persen saat periode Idul Adha pada Mei. Setelah itu, tingkat hunian kembali berada di kisaran 40 hingga 50 persen selama Juni. Pelaku industri juga melihat permintaan mulai membaik menjelang kuartal keempat.
Dengan demikian, istilah harga hotel “terjun bebas” lebih tepat menggambarkan dampak awal konflik. Kondisi terbaru menunjukkan pasar mulai bergerak menuju pemulihan bertahap. Pelaku industri masih menghadapi risiko geopolitik dan perubahan kepercayaan wisatawan. Pemulihan penuh juga diperkirakan membutuhkan waktu jika ketegangan kawasan kembali meningkat.






