Jakarta masuk tiga besar kota dengan street food terbaik dunia versi Time Out 2026. Ibu kota Indonesia tersebut berbagi posisi ketiga dengan Taipei. Jakarta memperoleh tingkat persetujuan 59 persen dalam survei yang melibatkan 24.000 warga kota. Penilaian tersebut menyoroti kualitas dan keterjangkauan kuliner jalanan di berbagai kota dunia.
Ho Chi Minh City, Vietnam, menempati posisi pertama dengan persetujuan 63 persen. Kota tersebut dikenal dengan kuliner seperti pho dan banh mi yang mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Kuala Lumpur, Malaysia, berada di posisi kedua dengan skor 62 persen. Time Out menyoroti kawasan Jalan Alor sebagai salah satu pusat street food populer.
Sementara itu, Jakarta menawarkan kekayaan kuliner yang dipengaruhi berbagai budaya dan tradisi daerah Indonesia. Warung pinggir jalan menjadi bagian penting dalam kehidupan kuliner masyarakat ibu kota. Nasi goreng, gado-gado, dan berbagai makanan khas Betawi menjadi pilihan yang banyak ditemukan. Harga makanan jalanan juga relatif terjangkau bagi masyarakat maupun wisatawan.
Time Out menyusun daftar tersebut berdasarkan survei terhadap warga lokal di berbagai kota. Responden menilai pengalaman menikmati street food berdasarkan kualitas dan daya tarik kuliner setempat. Daftar tersebut berbeda dengan pemeringkatan lain yang menggunakan data jumlah pedagang dan ulasan wisatawan. Karena metode penilaian berbeda, posisi sebuah kota dapat berubah antarpenelitian.
Masuknya Jakarta ke posisi ketiga memperkuat reputasi kuliner Indonesia di tingkat internasional. Capaian tersebut juga menunjukkan street food menjadi bagian penting pengalaman wisata modern. Wisatawan dapat mengenal karakter sebuah kota melalui makanan yang dinikmati masyarakat sehari-hari. Bagi pencinta kuliner, Jakarta kini memiliki alasan tambahan untuk masuk daftar tujuan wisata gastronomi.






