Ikan oarfish kerap disebut sebagai “ikan kiamat” karena kemunculannya dikaitkan dengan gempa bumi dan tsunami. Kepercayaan tersebut telah berkembang dalam cerita rakyat Jepang selama bertahun-tahun. Namun, anggapan itu belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Oarfish merupakan ikan laut dalam dengan tubuh panjang menyerupai pita. Spesies Regalecus glesne dapat tumbuh hingga sekitar 11 meter. Ikan ini hidup terutama di perairan dalam hingga sekitar 1.000 meter. Karena habitatnya sulit dijangkau, kemunculannya dekat permukaan menjadi peristiwa yang jarang.
Mitos tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Jepang terhadap kemunculan ikan laut dalam. Oarfish dikenal sebagai ryugu no tsukai atau “utusan istana dewa laut”. Kemunculannya dipercaya membawa pesan mengenai bencana yang akan terjadi. Beberapa kemunculan sebelum gempa kemudian memperkuat anggapan tersebut.
Namun, penelitian ilmiah justru menemukan hasil berbeda. Studi yang diterbitkan Bulletin of the Seismological Society of America menganalisis 336 laporan kemunculan ikan laut dalam. Penelitian tersebut juga membandingkannya dengan 221 kejadian gempa di Jepang. Hasilnya hanya menemukan satu kejadian yang kemungkinan memiliki hubungan. Peneliti menyimpulkan hubungan tersebut belum cukup untuk membuktikan kemampuan prediksi gempa.
Kemunculan oarfish juga dapat dipengaruhi kondisi lingkungan laut. Arus, perubahan suhu, penyakit, atau kondisi fisik tertentu dapat membuat ikan tersebut bergerak ke permukaan. Karena itu, melihat oarfish tidak dapat dijadikan peringatan dini bencana. Masyarakat tetap perlu mengandalkan informasi resmi dari lembaga kebencanaan dan sistem peringatan gempa atau tsunami.







