Elon Musk kembali menyoroti rendahnya angka kelahiran Singapura. Ia menyebut, “Manusia sedang menghilang” melalui unggahan di platform X. Pernyataan itu muncul setelah Singapura mengumumkan kebijakan baru untuk mengatasi penurunan angka kelahiran.
Musk mengomentari unggahan pengguna X yang membahas langkah pemerintah Singapura. Perdana Menteri Lawrence Wong sebelumnya mengumumkan paket dukungan keluarga dalam National Day Rally 2026. Kebijakan tersebut mencakup bantuan finansial, cuti pengasuhan, dan dukungan perumahan.
Singapura mencatat tingkat fertilitas total atau TFR sebesar 0,87 pada 2025. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam catatan sejarah negara tersebut. Pada 2024, TFR Singapura masih berada di angka 0,97. Jumlah kelahiran penduduk juga turun menjadi sekitar 27.500 pada 2025.
Pemerintah Singapura sebelumnya memperingatkan dampak jangka panjang kondisi tersebut. Jika TFR tetap berada di angka 0,87, populasi warga negara diperkirakan mulai menyusut pada awal 2040-an. Pemerintah juga memperkirakan masyarakat akan menua lebih cepat. Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi tenaga kerja dan struktur ekonomi.
Namun, pernyataan Musk tidak berarti manusia akan segera punah. Persoalan utama yang dibahas adalah penurunan populasi dan rendahnya angka kelahiran. Perserikatan Bangsa-Bangsa masih memperkirakan populasi dunia bertambah dalam beberapa dekade mendatang. Singapura juga mempertahankan kebijakan imigrasi untuk menjaga pertumbuhan penduduk secara terkendali.
Pemerintah Singapura kini berupaya membuat keputusan memiliki anak lebih mudah bagi pasangan. Dukungan tersebut mencakup biaya, waktu, pengasuhan, dan akses tempat tinggal. Langkah itu menunjukkan persoalan demografi tidak hanya berkaitan dengan jumlah kelahiran. Faktor ekonomi dan sosial juga menjadi bagian penting dalam keputusan membangun keluarga.






