Presiden Kamerun Paul Biya belum kembali ke negaranya setelah dua bulan berada di Eropa. Biya meninggalkan Kamerun pada 7 Juni 2026 untuk kunjungan pribadi singkat. Namun, perjalanan tersebut kini menjadi salah satu ketidakhadiran terpanjangnya dari Kamerun.
Biya kini berusia 93 tahun dan tercatat sebagai kepala negara tertua di dunia. Ia telah memimpin Kamerun sejak 1982 dan memulai masa jabatan kedelapan pada November 2025. Pemerintah kemudian mengonfirmasi Biya berada di Swiss.
Ketidakhadiran tersebut memicu pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dan pemerintahan Kamerun. Biya memang kerap menghabiskan waktu panjang di Eropa, terutama Prancis dan Swiss. Selama berada di luar negeri, sejumlah urusan pemerintahan biasanya dijalankan pejabat partai dan anggota keluarganya.
Kekhawatiran semakin besar karena Kamerun menghadapi konflik bersenjata serta persoalan ekonomi. Kelompok oposisi bahkan memperingatkan adanya kekosongan kekuasaan selama Biya berada di luar negeri. Pemerintah membantah anggapan tersebut dan memastikan pemerintahan tetap berjalan.
Juru bicara pemerintah René Emmanuel Sadi menyatakan Biya masih hidup dan akan segera kembali. Sementara itu, Biya tetap mengambil sejumlah keputusan dari luar negeri. Pada awal Agustus, ia menandatangani perubahan penting dalam struktur kepemimpinan militer Kamerun.






