AI Berhasil Rancang 16 Virus Baru untuk Melawan Bakteri Kebal Antibiotik

0 0
Read Time:1 Minute, 4 Second

Para ilmuwan berhasil menggunakan kecerdasan buatan untuk merancang virus baru yang dapat membunuh bakteri tertentu. Virus tersebut merupakan bakteriofag, yaitu virus yang secara khusus menyerang bakteri. Penelitian ini dilakukan tim Stanford University dan Arc Institute. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Science pada Agustus 2026.

Peneliti menggunakan model AI yang dilatih dengan jutaan data genom bakteriofag. Sistem tersebut menghasilkan ribuan rancangan genom virus secara digital. Dari ratusan rancangan yang disintesis dan diuji, 16 virus terbukti mampu menginfeksi serta membunuh bakteri E. coli. Beberapa bakteri yang diuji memiliki ketahanan terhadap antibiotik.

Temuan tersebut membuka peluang baru dalam menghadapi resistensi antimikroba. Bakteriofag dapat menyerang bakteri secara lebih spesifik dibandingkan antibiotik konvensional. Terapi berbasis fag juga sedang dikembangkan sebagai alternatif untuk infeksi bakteri yang sulit ditangani. Namun, penggunaannya masih membutuhkan penelitian dan pengujian klinis lebih lanjut.

Dalam penelitian terbaru tersebut, virus yang dirancang AI ditujukan untuk bakteri dan bukan virus penyebab penyakit manusia. Model AI juga dilatih dengan data bakteriofag untuk membatasi risiko biologis. Meski demikian, kemampuan merancang virus baru memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan dan keamanan hayati.

Para peneliti menilai teknologi tersebut berpotensi mempercepat pengembangan terapi menghadapi bakteri resisten obat. Namun, penerapannya belum berarti pasien dapat langsung menggunakan virus hasil rancangan AI. Masih diperlukan validasi, pengawasan, serta penelitian keamanan sebelum teknologi tersebut diterapkan dalam pengobatan manusia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Socratea exorrhiza dikenal sebagai “pohon berjalan” karena memiliki akar penopang yang menjulur dari batang seperti kaki. Palem yang tumbuh di hutan hujan tropis Amerika Tengah dan Selatan ini kemudian dikaitkan…

    Temuan Baru Tantang Teori Alam Semesta, Planet Mirip Bumi Bisa Muncul Lebih Cepat

    Temuan astronomi terbaru kembali menantang pemahaman tentang bagaimana alam semesta berkembang setelah Big Bang. Penelitian menunjukkan planet berbatu mungkin terbentuk jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Selama ini, pembentukan planet…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Bisnis Kuliner Singapura Makin Berat, Gerai Lok Lok Milik Influencer Tutup

    Bisnis Kuliner Singapura Makin Berat, Gerai Lok Lok Milik Influencer Tutup

    Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Keputusan Belum Final

    Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Keputusan Belum Final

    Colosseum Roma Masuk Zona Merah, Turis Diminta Waspada Pencopetan

    Colosseum Roma Masuk Zona Merah, Turis Diminta Waspada Pencopetan