Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengancam Amerika Serikat setelah serangan di wilayah Sirik. Serangan tersebut menewaskan empat warga Iran dan melukai puluhan lainnya.
Serangan AS menghantam sebuah rumah di kawasan pegunungan dekat kota pesisir Sirik, Provinsi Hormozgan. Media Iran menyebut lokasi tersebut sedang menggelar acara pernikahan ketika serangan terjadi. Salah satu korban tewas dilaporkan merupakan seorang anak.
Bulan Sabit Merah Iran mengonfirmasi empat orang meninggal akibat serangan tersebut. Laporan awal juga menyebut sekitar 50 orang mengalami luka. Tim penyelamat masih melakukan penanganan di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan berat.
Mojtaba kemudian menyampaikan respons melalui unggahan di platform X. Ia mengatakan Iran dan Poros Perlawanan akan memberikan pelajaran yang tidak terlupakan kepada Amerika. Pernyataan tersebut muncul setelah serangkaian serangan terbaru AS terhadap Iran.
Media Iran juga melaporkan bahwa angkatan bersenjata telah memulai operasi balasan. Tasnim menyebut pangkalan militer serta kepentingan Amerika di kawasan menjadi sasaran. Serangan balasan tersebut dilaporkan menggunakan rudal dan pesawat nirawak.
Sementara itu, situasi konflik Iran dan Amerika kembali memanas setelah serangan terbaru tersebut. Pemerintah Iran sebelumnya menegaskan akan merespons tindakan militer Amerika. Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran konflik meluas ke wilayah Timur Tengah lainnya.
Hingga kini, perkembangan serangan balasan Iran masih berlangsung dan informasi mengenai target terus bertambah. Pernyataan Mojtaba menunjukkan Teheran tidak berniat membiarkan serangan tersebut tanpa respons. Kondisi ini membuat ketegangan antara Iran dan Amerika semakin meningkat.






