Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

Socratea exorrhiza dikenal sebagai “pohon berjalan” karena memiliki akar penopang yang menjulur dari batang seperti kaki. Palem yang tumbuh di hutan hujan tropis Amerika Tengah dan Selatan ini kemudian dikaitkan dengan cerita bahwa dirinya mampu berpindah tempat untuk mencari cahaya. Bahkan, beredar klaim pohon tersebut dapat bergerak hingga 20 meter dalam setahun. Namun, apakah benar demikian?

Kisah itu memang sudah lama beredar dan sempat dikaitkan dengan teori bahwa akar baru tumbuh ke arah yang lebih menguntungkan, sementara akar lama di sisi berlawanan mati. Proses tersebut dianggap membuat batang perlahan bergeser. Namun, penelitian ahli ekologi tropis Gerardo Avalos yang diterbitkan pada 2005 tidak menemukan bukti bahwa batang Socratea exorrhiza benar-benar berpindah dari titik awal pertumbuhannya.

Yang sebenarnya terjadi adalah pertumbuhan dan pergantian akar penopang. Akar-akar tersebut membantu menopang batang yang tinggi sekaligus memberikan fondasi yang kuat pada lingkungan hutan yang tidak selalu stabil. Ketika sebagian akar mati dan akar baru tumbuh, bentuk sistem perakaran dapat berubah sehingga menciptakan kesan seolah-olah pohon sedang bergeser. Namun, perubahan tersebut tidak sama dengan perpindahan batang sejauh belasan meter.

Lantas, dari mana angka 20 meter per tahun berasal? Angka tersebut merupakan bagian dari cerita populer mengenai “walking palm” yang kemudian banyak disebarkan dalam tur hutan dan berbagai tulisan populer. Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan Socratea exorrhiza mampu berjalan sejauh itu. Studi yang mengamati struktur akarnya justru menyimpulkan bahwa batang tetap berada di lokasi tumbuhnya.

Jadi, Socratea exorrhiza tidak benar-benar berjalan 20 meter per tahun. Sebutan pohon berjalan lebih tepat dipahami sebagai julukan yang muncul dari bentuk akar dan proses pertumbuhannya yang unik. Meski tidak bisa berpindah seperti hewan, kemampuan membentuk akar penopang tersebut tetap menjadi salah satu adaptasi menarik yang membuat palem ini begitu unik di hutan tropis.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
  • Related Posts

    Temuan Baru Tantang Teori Alam Semesta, Planet Mirip Bumi Bisa Muncul Lebih Cepat

    Temuan astronomi terbaru kembali menantang pemahaman tentang bagaimana alam semesta berkembang setelah Big Bang. Penelitian menunjukkan planet berbatu mungkin terbentuk jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Selama ini, pembentukan planet…

    Pergeseran Tanah di Flores Usai Gempa M7,7, BMKG Ungkap Penyebabnya

    Fenomena pergeseran tanah terjadi di sejumlah wilayah Flores setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. BMKG menjelaskan perubahan tersebut berkaitan dengan deformasi permukaan bumi. Gempa utama terjadi pada 15 Agustus 2026…

    Average Rating

    5 Star
    0%
    4 Star
    0%
    3 Star
    0%
    2 Star
    0%
    1 Star
    0%

    You Missed

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Jepang-Rusia Memanas Gara-gara Monumen Perang Kontroversial di Khabarovsk

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Ashford Castle, Kastil 800 Tahun yang Dinobatkan Hotel Tercantik di Dunia

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Misteri Pohon Berjalan Socratea exorrhiza, Benarkah Bisa Pindah 20 Meter Setahun?

    Bisnis Kuliner Singapura Makin Berat, Gerai Lok Lok Milik Influencer Tutup

    Bisnis Kuliner Singapura Makin Berat, Gerai Lok Lok Milik Influencer Tutup

    Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Keputusan Belum Final

    Korea Selatan Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Keputusan Belum Final

    Colosseum Roma Masuk Zona Merah, Turis Diminta Waspada Pencopetan

    Colosseum Roma Masuk Zona Merah, Turis Diminta Waspada Pencopetan